PUPUK ORGANIK CAIR NASA

 POC NASA ( Pupuk Organik Cair Nusantara Subur Alami) 

I. LATAR BELAKANGSejarah pertanian di Indonesia secara intensif telah dimulai kurang lebih semenjak tahun 1969 pada saat dimulainya program intesifikasi massal (INMAS) untuk petani sebagai dampak revolusi hijau di tingkat dunia. Pada tahun itu petani mulai dikenalkan dengan berbagai jenis pupuk buatan (bersifat kimiawi), obat-obatan pembasmi hama-penyakit dan gulma (pestisida dan herbisida) serta benih-benih yang berdaya hasil tinggi.


Selain masalah pengerasan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan seperti tersebut di atas, masalah lain yang patut diperhatikan di Indoneia adalah adanya indikasi proses pemiskinan atau pengurangan kandungan 10 jenis unsur hara meliputi sebagian unsur hara makro yaitu Ca, S dan Mg (3 unsur) serta unsur hara mikro Yaitu Fe, Na, Zn, Cu, Mn, B dan Cl (7 jenis unsur). Seperti diketahui saat ini (Journal ilmiah soil science,1998) dari sekian banyak unsur yang ada di alam, semua jenis tanaman membutuhkan mutlak (harus tersedia/tidak boleh tidak) 13 macam unsur hara untuk keperluan proses pertumbuhan dan perkembangannya yang sering dikenal dengan nama unsur hara essensial. Unsur hara ini diperlukan dalam jumlah yang berbeda satu sama lain yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi unsur hara makro (6 jenis) yang dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak (unsur N, P, K, Ca, S dan Mg) dan unsur hara mikro (7 jenis) yang dibutuhkan lebih sedikit (Unsur Fe, Na, Zn, Mn, B, Cu dan Cl). Walaupun berbeda dalam jumlah kebutuhannya namun dalam fungsi pada tanaman, masing-masing unsur sama pentingnya dan tidak bisa mengalahkan/menggantikan satu sama lainnya . Kalau dapat diilustrasikan, ibarat roda mobil dengan setir/kemudi. Dalam jumlah memang roda dibutuhkan dalam jumlah lebih banyak dibandingkan setir (kemudi). Namun dari pentingya, roda tidak bisa mengalahkan/menggantikan pentingnya kemudi ataupun sebaliknya kemudi tidak bisa mangalahkan pentingnya roda. Dalam hal ini masing-masing unsur hara mempunyai fungsi dan peran khusus sendiri-sendiri terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga jika terjadi kekurangan satu jenis unsur hara saja akan mengakibatkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman . Jadi 13 macam unsur hara tersebut jika pada manusia ibarat menu makanan 4 sehat (karbohidrat, daging, sayuran, dan buah) 5 sempurna (susu) yang masing-masing mempunyai peran sendiri-sendiri.
Unsur-unsur di alam (termasuk 13 unsur hara esensial ),selalu mengalami recycling proses atau proses perputaran, sehingga kandungannya relatif tetap karena selalu kembali lagi ke ketempat semula (berputar). Padahal kita tahu, dalam suatu usaha budidaya tanaman, paling tidak ada sebagian unsur yang tidak kembali lagi ke tanah/lahan tempat semula ditanam karena dibawa keluar areal pertanaman dalam bentuk hasil panen. Kehilangan unsur hara ini semakin diperparah dengan perubahan pola pemanfaatan tanaman.
Dari sektor pemupukan dampak dari penggunaan pupuk anorganik /kimiawi disertai paket-paket lainnya yang dikenal dengan nama panca usaha tani menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi dibandingkan kondisi sebelumnya, hingga Indonesia dapat mencapai swasembada Pangan tahun 1986 dan mendapat penghargaan dari organisai pangan dunia di PBB (FAO).
Namun peralihan dalam budaya bertani yaitu peralihan dari penggunaan pupuk organik (kandang, kompos, tanaman golongan leguminoceae) ke penggunaan pupuk anorganik (kimia) dalam jangka yang relatip cukup panjang hingga saat ini telah menimbulkan dampak samping yaitu menjadikan tanah-tanah pertanian Indonesia menjadi semakin keras sehingga menurunkan produktivitasnya . Semakin kerasnya tanah ini bukan disebabkan oleh hilangnya tanah lapisan atas (top soil) tetapi lebih disebabkan penumpukan sisa atau residu pupuk kimia dalam tanah yang berakibat tanah sulit terurai . Hal ini disebabkan karena memang salah satu sifat bahan kimia adalah relatif lebih sulit terurai atau hancur dibandingkan dengan bahan organik. Jika tanah menjadi semakin keras, maka akan mengakibatkan tanaman akan semakin sulit menyerap pupuk/ unsur hara tanah. Jadi jika tanah semakin keras untuk mendapatkan hasil yang sama dengan hasil panen sebelumnya diperlukan dosis pupuk lebih tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa dosis pupuk semakin lama semakin tinggi. Selain itu dengan semakin kerasnya tanah, proses penyebaran perakaran dan aerasi (pernafasan) akar akan terganggu yang berakibat akar tidak dapat berfungsi optimal dan pada gilirannya akan menurunkan kemampuan produksi tanaman tersebut.
Sebagai contoh adalah jika dulu padi hanya diambil (dipanen) keluar areal penanaman dalam bentuk gabah saja, sekarang masih ditambah dengan batang padi (bhs.Jawa :”Damen”) untuk keperluan semisal untuk budidaya jamur merang. Tanaman jagung selain jagungnya, sekarang daun-daun dan batang mudanya juga di bawa keluar areal untuk pakan ternak. Dalam hal ini kehilangan 13 unsur hara esensial dari areal pertanaman semakin banyak. Sementara sebagian besar petani mengembalikan dalam bentuk pupuk hanya terbatas pada 3 jenis unsur saja (N, P dan K). sebenarnya 10 unsur sisanya seharusnya dapat sedikit tertolong jika petani selain memberikan unsur N (Pupuk urea), P (Pupuk TSP), dan K (Pupuk KCL) juga memberi pupuk kandang atau kompos dalam jumlah yang mencukupi. Namun hal ini tidak atau jarang terjadi karena sepeti telah diuraikan di atas yaitu telah terjadi pengurangan pemakaian pupuk kandang atau kompos di tingkat petani karena telah beralih ke pupuk kimia. Jika hal ini berlangsung terus dalam jangka waktu yang relatif lama (Semenjak tahun 1969 hingga sekarang) dapat dimengerti jika tanah-tanah di Indonesia kekurangan 10 jenis unsur hara esensial seperti tersebut di atas. Secara lengkap, beberapa faktor yang turut berperan terhadap kekurangan unsur hara (terutama unsur hara mikro adalah sebagai berikut :
1.Kehilangan unsur hara yang diserap tanaman dari tanah dalam betuk hasil panen dan bagian tanaman-tanaman lain karena kegiatan budidaya pertanian yang intensif (terutama di pulau Jawa).
2.Tanah secara alamiah memang berkadar unsur hara mikro rendah (terutama diluar pulau Jawa).
3.Perluasan areal penanaman ke daerah marjinal (kurang subur).
4.Penggunaan pupuk kimiawi beranalisis tinggi.
5.Tingginya penggunaan pupuk kimiawi dan kurangnya pemakaian pupuk organik.
6.Pemupukan TSP (Unsur fosfat) yang terus menerus dan berlebihan akan merangsang kekurangan unsur hara mikro tertentu antara lain Zn.
7.Introduksi varietas unggul baru yang lebih peka terhadap kekurangan unsur hara .
8.Kegiatan budidaya di lahan masam atau pH tinggi, dimana unsur hara mikro tertentu kurang tersedia bagi tanaman.
Di tingkat dunia (khususnya negara-negara maju dan berkembang) seiring dengan semakin tingginya kesadaran akan kesehatan dan kualiltas lingkungan, maka terdapat kecenderungan pergeseran pola konsumsi pada hasil hasil pertanian (tanaman dan daging) yang dibudidayakan secara organik yaitu budidaya yang menggunakan masukan kimiawi seminim mungkin sehingga aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan.
Dengan menimbang hal-hal tersebut di atas, maka pemerintah melalui departemen pertanian, mulai menghimbau untuk kembali ke penggunaan bahan bahan yang bersifat organik baik pupuk maupun obat-obatan. Khususnya pupuk, diharapkan penggunaan pupuk kandang atau kompos, selain penggunaan pupuk urea,TSP,dan KCL secara bijaksana dapat lebih memasyarakat. Hal ini karena dengan jumlah yang cukup, diharapkan dengan pemberian pupuk kandang atau kompos dapat mengatasi permasalahan proses pengerasan areal tanah-tanah pertanian serta dapat menyumbang unsur hara makro dan mikro ke dalam tanah pertanian sehingga kandungannya cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta aman bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan hidup.Dalam hal ini, penggunaan pupuk kandang atau kompos bukan tanpa permasalahan. Disamping kebaikan penggunaan pupuk kandang atau kompos masih banyak mengalami kendala beberapa diantaranya adalah :
1.Ketersediaannya masih belum dapat mencukupi kebutuhan yang diperlukan.
2.Karena volumenya yang cukup besar, maka terjadi biaya ekonomi tinggi dalam penggunaannya karena biaya pengangkutannya besar, biaya simpan dan biaya aplikasi atau pemberian di lapangan perlu tenaga kerja lebih banyak jika ingin cepat selesai.
3.Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pupuk kandang yang sudah siap untuk di pergunakan relatif cukup lama (tidak langsung bisa dipakai/diberikan ke tanaman begitu saja).
4.Kandungan unsur hara, biasanya rendah (kurang) karena pupuk kandang pada hakekatnya adalah merupakan ampas dimana unsur-unsur yang bermanfaat telah banyak terserap dalam pencernaan hewan bersangkutan.
5.Kondisi fisik (ukuran butiran), Kimia (kandungan unsur hara) dan biologinya (tingkat kematangan pupuk kandang) sangat bervariasi. Terutama tingkat kematangannya jika belum matang betul justru akan merugikan pertumbuhan tanaman.
6.Kadang-kadang sebagai media pembawa hama, penyakit dan gulma yang merugikan bagi tanaman.
7.Kadang-kadang mengandung atau tercampur dengan logam berat yang berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsi tanaman yang menggunakan pupuk yang mengandung logam berat.
8.Di beberapa tempat (terutama yang tidak banyak ternaknya), keberadaannya sulit didapat petani.

II. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan semua uraian mengenai permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1.Perlunya pengurangan penggunaan pupuk kimia secara bertahap disertai dengan peningkatan penggunaan pupuk organik hingga dicapai komposisi pupuk yang lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
2.Perlunya perbaikan konsistensi tanah yang semakin keras .
3.Perlunya penambahan 10 unsur hara esensial (kecuali unsur N,P dan K) terutama unsur mikro pada tanah-tanah pertanian Indonesia. Pemberian unsur mikro ini, selain untuk membantu meningkatkan produksi tanaman juga akan meningkatkan kualitas produksi tanaman yang selama ini kurang begitu diperhatikan di Indonesia.
4.Perlunya penghancuran residu atau sisa-sisa pupuk kimia dalam tanah agar dapat dimanfaatkan kembali oleh tanaman dan tidak mencemari tanah.
5.Perlu adanya suatu alternatif pelengkap (menambah jumlah kekurangan kebutuhan pupuk kandang yang dibutuhkan) atau pengganti (jika pupuk kandang memang sulit didapatkan) pupuk kandang mengingat masih banyaknya kendala dalam penggunaan pupuk kandang.

III. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI)

Telah dikembangkan pupuk organik alami yang dapat dipergunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian. Produk tersebut adalah NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI). NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) merupakan pupuk organik cair alami 100% dari ekstraksi bahan organik limbah ternak dan unggas, limbah tanaman, limbah alam, beberapa jenis tanaman tertentu dan “bumbu-bumbu/ zat-zat alami” lainnya yang diproses berdasarkan teknologi berwawasan lingkungan dengan prinsip ZERO EMISION CONCEPT.

Upaya NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) turut mengatasi permasalahan lingkungan produksi pertanian adalah :
1. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) terutama dipergunakan untuk semua jenis tanaman (pangan, holtikultura atau tanaman tahunan) dan juga bisa dipergunakan untuk unggas/ternak dan perikanan.
2. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mengandung asam-asam organik yang mampu memperbaiki kesuburan fisik tanah, serta mampu memacu aktivitas mikroorganisme berguna bagi tanaman pada tanah.
3. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mengandung lengkap 13 macam unsur hara essensial yang diperlukan tanaman dan 44 -77 macam unsur lainnya yang tidak terdapat pada pupuk-pupuk kimia mengingat bahan dasar NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) dari limbah ternak dan tanaman yang mengandung 60-90 macam unsur.
4. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mampu melarutkan residu (sisa-sisa) pupuk kimia dalam tanah karena mengandung asam humat dan fulvat (golongan fulvena).
5. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) dapat dijadikan alternatif mengatasi kekurangan atau kesulitan mendapatkan pupuk kandang karena fungsi pemupukan 1 Liter NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) sama dengan 1 ton pupuk kandang, sehingga dapat menghemat biaya transportasi dan tenaga kerja. Selain itu NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) relatif lebih bersih dari bibit hama, penyakit dan biji gulma dibandingkan dengan pupuk kandang.

Selain manfaat di di atas NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) masih memiliki manfaat lainnya yaitu :
NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mampu mempercepat pertumbuhan generatif tanaman serta mengurangi kerontokkan bunga dan buah karena mengandung hormon pengatur tumbuh yaitu INDOLE ACETIC ACID (IAA), GIBERELIN DAN SITOKININ. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) juga mmapu mengurangi tingkat serangan hama, karena aroma khas alami yang dimiliki NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI). NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) juga akan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit karena NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) merangsang pembentukan polifenol yaitu salah satu senyawa yang diperlukan tumbuhan untuk meningkatkan daya tahan tumbuhan terhadap serangan penyakit.
NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) dapat cepat dan langsung dipergunakan oleh tanaman karena unsur haranya sudah dalam bentuk ion yang siap dipergunakan tanaman. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman di lahan, stek, cangkokan serta mempercepat perkecambahan biji dan mampu meningkatkan produksi tanaman secara keseluruhan (kuantitas, kualitas, rasa, warna, aroma dan daya tahan penyimpanan) karena kelengkapan kandungan unsur hara dan elemen penyusun lainnya.
NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) tidak mempunyai efek samping yang merugikan bagi tanaman dan lingkungan dan produk tanaman hasil NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) aman bagi kesehatan manusia karena NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) terbuat dari bahan-bahan alami.
NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mampu meningkatkan dan mempercepat petumbuhan plankton dan algae pada tambak udang, bandeng dan kolam, serta tidak menimbulkan penyakit. Jika dibandingkan dengan pupuk kandang NASA (NUSANTARA SUBUR
ALAMI) relatif lebih bersih. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) juga berfungsi sebagai penetralissir senyawa-senyawa kimia berbahaya pada peraiaran tambak/ kolam sehingga kerusakan pada lahan-lahan tambak dapat diperbaiki.

Pada unggas dan ternak NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) Juga bermanfaat untuk membantu menghancurkan pakan yang dimakan oleh unggas/ ternak sehingga pakan akan makin banyak diserap oleh pencernaan unggas/ternak. Selain itu NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) juga memberikan mineral-mineral, vitamin, protein dan lemak yang diperlukan oleh tubuh unggas/ternak.

Jadi secara garis besar NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) mempunyai 1 fungsi utama dan 7 fungsi sampingan yaitu :
Fungsi Utama :
Sebagai pupuk organik, yaitu memberikan unsur-unsur hara (terutama mikro) yang diperlukan oleh tanaman sehingga meningkat kuantitas dan kualitas produksi tanaman.
Fungsi Tambahan :
1. Sebagai pelarut sisa-sisa pupuk Urea, TSP/ SP-36 dan KCl dalam tanah.
2. Sebagai Soil Conditioner, yaitu bahan perbaikan fisik tanah agar tanah menjadi   gembur kembali secara bertahap.
3. Sebagai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), yaitu memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, merangsang pembuahan dan mencegah bunga dan buah rontok.
4. Sebagai pengendali hama alami, yaitu untuk mengurangi tingkat serangan hama, dan penyakit (terutama penyakit fisiologis).
5. Sebagai penumbuh plankton dan penetralisir senyawa kimia berbahaya pada kolam atau tambak.
6. Sebagai food supplement dan mineral supplement pada unggas, ternak dan ikan.
7. Menurunkan tingkat kematian pada unggas/ternak dan ikan/udang.

CATATAN :
1. Walaupun telah mengandung lengkap 13 jenis unsur hara essensial (termasuk N, P, dan K), Penggunaan NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) masih perlu diberikan pupuk N (UREA), pupuk P (TSP), dan pupuk K (KCl).
2. NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) dapat menghemat penggunaan pupuk N, P, dan K hingga maksimal 25% dari dosis rekomendasi setempat tergantung kondisi dan jenis tanah setempat.

Fungsi utama NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) adalah sebagai pupuk, bukan sebagai obat pembasmi/pestisida, namun NASA (NUSANTARA SUBUR ALAMI) hanya bersifat mengurangi serangan hama dan penyakit dan tidak menghilangkannya sama sekali.

25 Tanggapan so far »

  1. 1

    arfi said,

    yang saya baca artikel tersebut membuat tanaman mudah panen dan efesien biaya dan waktu.bagaimana saya bisa membeli pupuk tersebut?

  2. 2

    Muksin said,

    Saya mau tanya jenis pupuk yang di perlukan untuk budidaya rumput laut di tambak. Cara pemakaian pupuk yang tepat untuk mencapai produksi yang maksimal

  3. 3

    heri said,

    Yth.Bpk/Ibu,
    Apakah sudah ada agent/distributornya di Jambi.?
    dimana alamatnya?
    Mohon jawab di email saya.

    Wassalam
    Heri

  4. 4

    ir. Fahmi rosyadi said,

    salut dengan kreatifitas dan progresifitas anda dengan menyebarkan infi nasa lewat internet. Saya selaku konsultan dan pihak pabrikan memberi apresiasi yg tinggi ke anda. Demi negeri kita tercinta, demi keluarga dan anak cucu kita, dan demi menjaga ciptaan Tuhan YME… kita sebarluaskan informasi positif sebanyak-banyaknya. Visi misi kita… dan untuk INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN…sukses…dan selamat berjuang… NEVER GIVE UP (jangan mudah menyerah)..tq

  5. 5

    machfud said,

    terima kasih karena telah turut memikirkan kondisi lingkungan yang semakin kritis khususnya tanah pertanian di inadonesia,tapi masalahnya masyarakat belum tahu apa itu prinsip zero emision concept,kalau boleh tolng jelaskan!!! Terima kasih.

  6. 6

    yuel deswita said,

    nanti jurnalnya tolong yang lebih spesifik lagi ya…..misalnya pemberian unsur haranya pada tanah-tanah yang ada di indonesia….di indonesia kan banyak jenis tanahnya…terima kasih..oh iya..ntar kalau ada jurnal tentang permasalahan unsur mikro pada tanah regosol kirim ke email saya ya….

  7. 7

    hasyim said,

    mohon info lengkap, dari bahan, kandungan, manfaat, harga dll ke email nurhasyimwijaya@yahoo.com atau nurhasyimwijaya@plasa.com

  8. 8

    kristanto said,

    Saya tertarik sekali dengan produk NASA ini. Beberrapa tahun lalu saya pernah menggunakan produk ini untuk ternak sapi dan kambing PE, namun belakangan ini saya tidaak bisa mendapatkannya lagi.

    Gimana sih caranya bisa jadi agen?

  9. 9

    deden iskandar said,

    pupuk organik nasa memang bagus dan dibutuhkan masyarakat indonesia, dan semua bahan yang dibutuhkan pun semua ada di indonesia. semoga nasa dan kita semua cepat menjadikan INDONESIA MAKMUR RAYA. BRAVO!

  10. 10

    berawal dari keprihatinan akan kondisi lingkungan,saya tertarik akan organic produk nasa.saya domisili di malang-jawa timur,tepatnya di kecamatan lawang.selengkapnya saya bisa dapatkan informasi tentang sistem kerja,produk knowledge,register,stockis dan info lainnya?

  11. 11

    stockis terdekat dari tempat domosili saya di malang-jawa timur,kecamatan lawang

  12. 12

    zeth lapomi said,

    Penggunaan pupuk organik seperti yang diproduksi oleh PT Nasa sangat dibutuhkan. Saat ini ada banyak program pelatihan yang mendorong petani untuk membuat pupuk kompos padat/ cair sendiri. itu artinya kedepan kesadaran petani terhadap pupuk organik akan semakin baik. Dengan demikian bahwa kedepan bisnis pupuk merupakan hal yang menjanjikan tetapi dengan pertimbangan :
    1. Harga pupuk lebih terjangkau (tidak mahal sepererti yang ditawarkan oleh PT Nasa saat ini)
    2. Untuk mengatasi harga yang mahal (biasanya biaya transport yang mahal) maka produksi pupuk dilakukan dimasing-masing wilayah (semacam cabang perusahaan) artinya lebih dekat dengan pengguna (petani). dengan biaya tranport bisa ditekan.
    3. Jika demikian maka supaya pupuk dapat digunakan oleh petani maka dibutuhkan suatu kolaborasi antara perusahaan dengan pengguna (petani). artinya dari fihak PT nasa tidak hanya berfungsi memproduksi dan menjual pupuk tetapi juga melakukan monitoring dan bantuan teknis (berupa kebun produksi) sejauh mana efektifitas penggunaan pupuk.
    4. Ingat, pengalaman saya selama ini kebanyakan perusahaan lebih mengutamakan pada asfek bagaimana pupuk laku terjual (informasi yang keliru kepada petani/ promosi berlebihan) tetapi tidak tahu bagaimana pupuk efektif dan bermanfaat bagi tanaman. Pupuk yang ditawarkan sepertinya adalah dewa yang bisa mengatasi semua masalah, lalu menjelekkan pupuk yang lain. jika demikian, maka umur perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama. seperti kebanyakan perusahaan selama ini. Nama perusaan dan label berubah tetapi pelakunya tidak berubah. Kepentingan bisnis semata !!! tetapi visi ????

    semoga bermanfaat ,Tq

    by.Zeth lapomi
    pemerhati pupuk organik

    Kami saat ini sementara melatih petani kakao di Sulawesi sebanyak 20.000 sampai september 2009, salah satu materi pelatihan adalah tehnik pembuatan pupuk organik (pada/cair) dengan metode sederhana.

  13. 13

    zeth lapomi said,

    Penggunaan pupuk organik seperti yang diproduksi oleh PT Nasa sangat dibutuhkan. Saat ini ada banyak program pelatihan yang mendorong petani untuk membuat pupuk kompos padat/ cair sendiri. itu artinya kedepan kesadaran petani terhadap pupuk organik akan semakin baik. Dengan demikian bahwa kedepan bisnis pupuk merupakan hal yang menjanjikan tetapi dengan pertimbangan :
    1. Harga pupuk lebih terjangkau
    2. Untuk mengatasi harga yang mahal (biasanya biaya transport yang mahal) maka produksi pupuk dilakukan dimasing-masing wilayah (semacam cabang perusahaan) artinya lebih dekat dengan pengguna (petani). dengan biaya tranport bisa ditekan.
    3. Jika demikian maka supaya pupuk dapat digunakan oleh petani maka dibutuhkan suatu kolaborasi antara perusahaan dengan pengguna (petani). artinya dari fihak PT nasa tidak hanya berfungsi memproduksi dan menjual pupuk tetapi juga melakukan monitoring dan bantuan teknis (berupa kebun produksi) sejauh mana efektifitas penggunaan pupuk.
    4. Ingat, pengalaman saya selama ini kebanyakan perusahaan lebih mengutamakan pada asfek bagaimana pupuk laku terjual (informasi yang keliru kepada petani/ promosi berlebihan) tetapi tidak tahu bagaimana pupuk efektif dan bermanfaat bagi tanaman. Pupuk yang ditawarkan sepertinya adalah dewa yang bisa mengatasi semua masalah, lalu menjelekkan pupuk yang lain. jika demikian, maka umur perusahaan tersebut tidak akan bertahan lama. seperti kebanyakan perusahaan selama ini. Nama perusaan dan label berubah tetapi pelakunya tidak berubah. Kepentingan bisnis semata !!! tetapi visi ????

    semoga bermanfaat ,Tq

    by.Zeth lapomi
    pemerhati pupuk organik

    Kami saat ini sementara melatih petani kakao di Sulawesi sebanyak 20.000 sampai september 2009, salah satu materi pelatihan adalah tehnik pembuatan pupuk organik (pada/cair) dengan metode sederhana.

  14. 14

    pak tani said,

    Bagai mana cara membuat pupuk organik
    saya petani dari Tulungagung ingin membuat pupuk organik
    krena sekarang mau beli pupuk aja para petani aja kesulitan……
    PAdAHAL ITU BELI OOOOOOOOO………
    TOLONG SEKALI NIH………??????

  15. 15

    brd said,

    cukup menarik….
    di sekitar Solo – Karanganyar apa sudah ada agen yang menjual NASA

  16. 16

    Akran said,

    pesan saya> kalau bisa dimuat semua nama2 producnya, cara pakai dll
    dan kalau ada keunggulanya dibanding produc-produc lain

  17. 17

    Wawan said,

    Saya pake NASA buat kebun belakang rumah. Emang hasilnya keliatan banget. Lahan dikasih pupuk kandang, pemakaian pupuk nasa diselang-seling dengan pupuk daun, pemupukan 5 hari sekali, tiap 2 minggu dikasih hormon organik, hasilnya… joss tenann..

  18. 18

    muhzani haris said,

    bisa daftar on line gak, untuk jadi distributor

  19. 19

    armand said,

    minta katalog produk
    harga
    kemasan
    aplikasi secara detail pada kelapa sawait dariumur 1 thn

  20. 20

    Zoen said,

    Di Mana dapatin Produk Pupuk Nasa…???

  21. 21

    Abdul Hadi said,

    mohon informasinya.
    untuk 1/hektar sawah butuh brpa liter POClet NASA & berapa harga perlternya??

    trims
    hormat saya

    Abdul Hadi

  22. 22

    Haryanto said,

    Bagaimana saya bisa menjadi distributor, dan bagaimana sistem bagi keuntungan . terima kasih

  23. 23

    sutriyono said,

    bagus saya sangat tertarik tokong kirim ke emaik sy semua info produk nasa

  24. 24

    budianto said,

    untuk menjadi penyalur

  25. 25

    budianto said,

    Kami dari banjar masin kalimantan selata( desa kertak empat kecamatan pengaron) ingin menganti pupuk kimia ke organik untuk semua tanman & saya tetarik dgn pu-puk organik NASA bagaimana bisa mendapatkan langsung sehinga nanti bisa memperkenalkan dgn petani yg selama ini terbiasa dgn pupuk kimia,terimakasih atas tanggapannya kami tungggu.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: